Heboh, Warga Kolaka Melangsungkan Pernikahan Lewat VideoCall Karena Wabah Corona

Pernikahan Video Call

Wabah virus corona (Covid-19) turut berimbas pada proses pernikahan pasangan pengantin di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara pasangan tersebut melangsukan pernikahan mereka dengan Pernikahan Video Call.

Calon pengantin yang bernama Kardiman bin Haeruddin dan Febrianti Bin Hasanuddin terpaksa melangsungkan ijab kabul lewat panggilan telepon video atau video call, Rabu (25/3).

Warga Desa Lamokato, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka adalah Febrianti. Sedangkan Kardiman adalah warga Bajoe Provinsi Sulawesi Selatan yang mengadu nasib di Surabaya, Jawa Timur.

Lurah Lamokato, Supriadi menyatakan sekitar sebulan lalu, mempelai pria datang melamar Febrianti di Kolaka. Setelah waktu pernikahan ditentukan pada 25 Maret 2020, Kardiman pun kembali ke Surabaya tempat dirinya mencari nafkah.

Tiga hari sebelum pernikahan, Kardiman kembali ke Kolaka. Namun, ia terhalang di Makassar dan Bajoe karena jalur penyeberangan sementara ditutup akibat pandemi corona.

“Karena tidak ada penyeberangan, terpaksa mempelai laki-laki kembali ke Surabaya karena perusahaannya hanya beri waktu tiga hari libur,” kata Surpiadi saat dihubungi KabarTerheboh.com, Kamis (26/3).

Baca Juga : Kades di Wonosobo Sumbangkan Gajinya untuk Tangani Virus Corona

Sementara itu, kata dia, ada opsi calon mempelai pria boleh masuk Kolaka melangsungkan pernikahan dan bertatap muka dengan calon permaisurinya asal mau diisolasi 14 hari. Namun, kata dia, mempelai pria tidak menyanggupi berhubung izin yang diberikan oleh tempat kerjanya hanya tiga hari.

“Makanya, lewat telepon saja menikahnya. Rencana tersebut sudah disepakati dengan penghulu, orang tua pengantin, dan pemerintah setempat,” jelasnya.

“Ini kan darurat karena wabah. Saya menyarankan ke keluarga dan penghulu boleh menikah lewat telepon namun harus dinikahkan ulang setelah normal kembali. Kalau tidak, maka saya tidak setujui. Tapi alhamdulillah, usulan saya disetujui,” imbuhnya.

Pada saat acara penikahan dimulai, Kardiman dan Febrianti sempat terkendala kualitas jaringan. Wajah pengantin tak terlalu terlihat dan suaranya pun putus-putus.

Ucapan ijab kabul diganti menggunakan telepon langsung dan di-(loud)-speaker,” tutur Supriadi.

Meski lewat telepon seluler, proses pernikahan sepasang kekasih berjarak jauh ini berjalan lancar. Mempelai pria sempat mengulangi tiga kali ijab kabul, sebelum akhirnya dinyatakan sah oleh saksi dan penghulu.

Pernikahan lewat video call ini baru pertama kali terjadi di daerah itu. Kepala Seksi Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Kabupaten Kolaka Agus Ramadhan menyatakan pernikahan lewat telepon seluler dibolehkan dalam agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *