Wapres Ma’ruf Amin: Tangkal Corona Dengan Susu Kuda Liar

Wapres Ma’ruf Amin: Tangkal Corona Dengan Susu Kuda Liar

Kabarterheboh.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan jika susu kuda liar khas Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat digunakan menangkal virus corona yang tengah mewabah di Indonesia belakangan ini.

Hal tersebut dia sampaikan berdasarkan pernyataan dari seorang Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Rabu (11/3).

“Ternyata di sini [NTB] ada yang bisa menangkal corona yang ditawarkan pak gubernur, yaitu susu kuda liar,” ujar Ma’ruf.

Susu kuda liar adalah sebuah minuman khas yang berasal dari daerah Sumbawa, NTB. Susu kuda liar mempunyai manfaat terutama agar dapat meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh.

Sambil berkelakar, Ma’ruf juga meminta agar dapat lebih berhati-hati untuk para peminum susu kuda liar asal NTB. Karena, jangan sampai dampak dari susu kuda liar tersebut membuat ‘liar’ yang meminumnya.

Ustadz Zulkifli Katakan Penyebab Virus Corona Adalah Illuminati

Orang yang Membuat Berita Virus Corona Palsu Berhasil Dibekuk

“Kita harus hati-hati, harus juga bisa menangkal dampak dari susu kuda liar itu. Jangan jadi kuda liar lagi gitu loh,” ujar Ma’ruf sambil tertawa dengan peserta Munas Adeksi.

Selain itu, Ma’ruf juga ikut mengenalkan ‘salam corona’ di kesempatan itu. Salam Corona yang dimaksud Ma’ruf adalah sebuah gerakan salam dengan cara menangkupkan kedua tangan di dada.

Ma’ruf meminta maaf sebab tidak diperbolehkan bersalaman dengan gaya jabat tangan saat kondisi mewabahnya virus corona.

Ia mengatakan cara itu terpaksa ia pakai agar tetap dapat menjaga kesehatan serta mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Saya mohon maaf karena terpaksa salamannya sekarang ini pakai salaman corona. Biasanya ada yang cium tangan, kan ini terpaksa salamannya tidak ada cium tangan untuk menangkal corona,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf juga mengatakan jika pada saat ini sudah ada 8.451 peraturan pusat serta 15.965 peraturan daerah. Hal tersebut menggambarkan kompleksitas serta obesitasnya regulasi di Indonesia.

Guna meminimalisir hal tersebut, pemerintah sekarang sedang mengupayakan penyelesaian hambatan regulasi itu dengan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Kita harapkan melalui Omnibus Law, cita-cita dan harapan(nya) bisa lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia maju,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *