Diki Pelajar SMA Penjual Siomay Cita-Cita Ingin jadi Pengusaha Sukses

Diki Pelajar SMA Penjual Siomay Cita-Cita Ingin jadi Pengusaha Sukses

Diki Pelajar SMA Penjual Siomay, remaja berseragam sekolah rapi ini berangkat ke sekolah mengendarai sepeda motor berkeranjang siomai. Dia tak hanya membawa tas ke sekolah, tetapi dia juga membawa dagangan Siomay.

Remaja pekerja keras bernama Diki ini dia punya cita-cita. Diki yang langsung parkir di samping kelas, lalu masuk untuk mengikuti pelajaran sekolah di SMK Negeri 8 Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (11/2/2022).

Daftar Slot88 Online

Inilah keseharian Diki sang penjual siomay, sejak satu tahun yang lalu hingga saat ini. Siswa kelas XI 2 jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor ini sudah menjual siomai dan es lilin di sekolahnya untuk membantu ekonomi dari keluarganya dan membiayai sekolahnya.

Saat bel jam istirahat berbunyi, saat itulah Diki langusng beraksi untuk melayani teman-teman sekolahnya yang ingin membeli siomai ataupun es lilin dagangannya itu.

Dalam sehari, dia sudah bisa menghabiskan siomai 200 hingga 400 biji. Itu cukup laris. Soalnya, selain siomai miliknya enak, Diki juga dikenal oleh teman-temannya cukup ramah dengan konsumennya itu.

Baca Juga: Kisah Guru SMP Nikahi Murid Cantik Viral Di Medsos, Setelah 7 tahun Pacaran

Diki sudah menjelaskan soal cita-citanya. Anak Desa Mario di Luwu Utara ini ingin sukses supaya dia bisa memiliki rumah sendiri nantinya. Dengan kesuksesan itu, orang tua Diki bakal bangga dengan hasil kerja nya itu.

Saya ingin membuat kedua orang tua saya bangga, bagaimana caranya bisa punya rumah sendiri nantinya. Cita-cita saat ini ingin menjadi pengusaha nantinya,” kata Diki.

Meskipun begitu, kini kedua orang tuanya sudah bangga sejak saat ini karena Diki sudah berani berjualan sendiri untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Lima saudara Diki saat ini sudah bekerja, ada yang juga merantau dan berkeluarga juga. Secara ekonomi, kelima dari saudara Diki juga pas-pasan saja. Diki yang juga mendapat pengalaman bekerja dari salah satu saudaranya juga.

Sekitar satu tahun lebih gitu. Cerita dari awalnya sebelum saya menjual siomai, pertama menjual adalah saudara saya. Beberapa hari kemudian, saya pun ikut menjual siomai. Setelah sebulan menjual, dan saya ingin menjual seterusnya.

Saya berjualan ini hanya demi orang tua, membantu orang tua, pulang sekolah langsung jualan. Kalau sudah sekitar jam 3 gitu, saya langsung berangkat lagi menjual,” jelasnya.

Keluarga, guru, teman, dan warga Desa Mario di Baebunta berharap Diki terus semangat mengejar cita-cita untuk bisa menjadi pengusaha nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *