Anak Gugat Ayah Kandung Karena Permasalahan Penjualan Tanah

Anak Gugat Ayah Kandung Karena Permasalahan Penjualan Tanah

Anak Gugat Ayah – Empat anak kandung menggugat sang ayah kandung karena menjual tanah tanpa persetujuan dari ibu mereka di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara. Kejadian ini viral dan menjadi bahan perbincangan masyarakat setempat.

Identitas ayah yang digugat anak bernama Mislan warga Dusun Padang Serunai, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara. Perkara anak lawan ayah ini teregistasi dengan gugatan nomor 85/Pdt G/2020/PN.Kis di Pengadilan Negeri Kisaran.

JUDI SLOT ONLINE TERPERCAYA

Kepala Dusun I Padang Serunai Karim Sitohang menjelaskan, di dalam rumah yang menjadi sengketa tersebut ditinggal oleh tiga kepala keluarga (KK).

“Pak Mislan sebagai ayah, Khadijah (anak) dan Asy’ari (anak). Masing-masing anaknya ini sudah berkeluarga dan punya KK sendiri,” ujar Karim, Selasa (5/1/2021).

Keterangan Kepala Dusun I ini dibenarkan Kepala Desa Kuala Indah Matsyah jika anak yang menggugat orang tua masih tinggal satu rumah dengan mereka.

“Lihat saja sendiri, tanya semua tetangga betul apa nggak. Masuk akal apa tidak, Anak Gugat Ayah kandungnya sendiri, sedangkan mereka tinggal satu rumah. Kalianlah yang menilai,” ucap masyarakat sekitar kepada wartawan.

Ketika dikonfirmasi terkait rumah yang menjadi sengketa, Mislan mengakui masih tinggal satu atap dengan anak-anaknya. Dia juga meminta maaf kepada anak dan istrinya.

“Saya salah menjual tanah tanpa persetujuan istri saya. Ayah Minta maaf, ayah ngaku salah, baru sekarang ayah merasa salah,” kata Mislan.

Dia menceritakan baru sekali menerima uang pembayaran tanah dari pembeli yakni Evi Suriani. Keesokan harinya saat akan memulangkan uang dan membatalkan jual beli, pembeli yang menjadi tergugat kedua ini menolaknya.

Pernyataan tersebut dibantah Evi Suriani. Dia menyebut uang yang dipulangkan jumlahnya tidak sesuai.

“Nilainya Rp225 juta. Saat itu uang kurang 5 juta, baru ada Rp220 juta. Kekurangan Rp5 juta disusul Mislan ke rumah selang dua hari pembayaran,” kata Evi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *