Anak Hilang 25 Tahun, Kedua Orang Tua Ini Menangis Haru Ketika Bertemu Kembali

Anak Hilang 25 Tahun, Kedua Orang Tua Ini Menangis Haru Ketika Bertemu Kembali

Anak Hilang – Tentu saja kita akan sangat merasa sedih ketika kehilangan anak yang kita sayangi, belum tentu kedepannya akan berjumpa kembali. Akan tetapi, Kedua orang tua ini kaget bukan main setelah mengetahui anaknya yang diculik 25 tahun lalu.

Bertemu kembali dan masih dalam keadaan hidup. Belle Barbu, 26, diketahui diculik dari keluarganya di Rumania dan dijual ke keluarga yang ada di Amerika.

SITUS JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Menurut beberapa kabar yang beredar, Pada saat berusia sekitar 8 tahun, Belle sempat diberitahu jika dirinya diadopsi sejak balita oleh keluarga di Amerika itu. Mereka memberi tahu nama belakang aslinya dan dia dilahirkan di Rumania dari orang tua yang sama sekali tidak menginginkannya.

Hubungan Belle dengan orang tua angkatnya putus pada saat dia masuk ke salah satu universitas. Akan tetapi, Ia terus menerus mencari dimana keberadaan kedua orang tua aslinya itu.

Pada tahun lalu, dia menemukan grup Facebook yang membantu orang-orang Rumania yang diadopsi menemukan keluarga asli mereka. Dia memutuskan untuk memposting dan terkejut ketika mendapatkan balasan di Grup itu.

Dalam waktu 48 jam, wanita yang bekerja sebagai admin grup tersebut telah menghubungi saudara laki-lakinya Moise, dari media sosial.

Melalui bantuan penerjemah bahasa, Anak Hilang ini mengetahui dia memiliki dua saudara kandung lagi. Yakni saudara perempuan bernama Simona, 33, dan seorang saudara laki-laki, Florian, 29.

Orang tua kandungnya yang bernama ibu Margari dan ayah Zambila diketahui saat ini tinggal di Roma. Tiga minggu kemudian mereka berbicara langsung melalui telepon.

Keluarga Belle diketahui dalam kondisi miskin pada saat Belle lahir di tahun 1994. Saat itu, dokter memberi tahu mereka jika Belle adalah bayi yang terkena penyakit dan akan meninggal dunia.

“Dokter mengatakan kepada mereka jika saya sakit, meskipun tidak menjelaskan secara spesifik apa sakit yang diderita, dan saya dirawat di rumah sakit saat mereka pulang. Beberapa hari kemudian ketika mereka kembali, mereka diberitahu saya telah meninggal dunia. Orang tua langsung sedih dan hancur,” terangnya, dikutip Mirror.

“Saat mereka pergi, seorang perawat mengejar mereka untuk mengatakan yang sebenarnya – yakni aku telah diambil dan dijual. Orang tuaku menggunakan sisa uang terakhir yang mereka miliki untuk membeli bensin dan pergi ke setiap panti asuhan untuk mencoba menemukanku. Tapi uangnya habis, dan setelah satu tahun mereka tidak punya apa-apa lagi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *