Selebgram Mirip Zombie Sahar Tabar Dipenjara 10 Tahun

Selebgram Mirip Zombie

Selebgram Mirip Zombie – Selebgram yang berasal dari negara Iran, Sahar Tabar, dijebloskan ke penjara akibat postingannya di Instagram. Dia sebelumnya dikenal sebagai selebgram yang mirip Angelina Jolie, tapi dalam versi zombie.

Menurut beberapa kabar yang beredar pada Minggu (13/12/2020), Sahar Tabar yang bernama asli Fatemeh Khisvand, divonis penjara 10 tahun berselang satu tahun dari positngannya di Instagram tersebut. Akan tetapi, yang diperkarakan ternyata beberapa hal yang ditulis dan dipublikasikan olehnya di media sosial.

SITUS JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Sahar Tabar dihukum karena ditulisnya di media sosial dinilai tidak layak dan merusak moral para anak muda. Bukan hanya itu, Ia juga dinilai tidak menghormati negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut.

Ia juga dinilai telah melakukan penistaan agama dan tindakan penghasutan kepada masyarakat dunia. Serta meraup keuntungan dari hal-hal negatif lainnya yang dilakukannya. Termasuk sebelumnya, Sahar Tabar juga pernah dihukum karena mengaku ada kontak dengan pasien COVID-19.

Ada sekitar 4 poin gugatan yang akan di terima oleh Sahar Tabar. Namun pada akhirnya dia hanya dikenakan hukuman buat dua poin saja. Namun dua poin tersebut berhasil menyeretnya ke dalam penjara selama 10 tahun lamanya.

Sahar Tabar heboh dengan foto mirip Angelina Jolie versi Zombie beberapa waktu lalu. Banyak yang menyebut dirinya melakukan operasi plastik untuk melakukan itu. Padahal kenyataannya, menurut Sahar Tabar, kemiripan itu hanyalah efek Photoshop dan juga make up yang dibuat olehnya.

Perihal dipenjarakannya Sahar Tabar ini kini jadi topik hangat di Iran. Terlebih setelah diketahui bahwa Sahar Tabar telah didiagnosa mengidap penyakit mental setelah melihat dari catatan medis wanita itu.

Penangkapannya pun kemudian menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang kemudian meminta agar Sahar Tabar dibebaskan lewat kampanye berbunyi “Iran punya sejarah penyiksaan terhadap perempuan. Kita harus bersatu melawan ketidaksetaraan gender”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *