Sebelum Hari raya Imlek, Masyarakat Tionghoa Cirebon Membersikan Patung Dewa

Sebelum Hari raya Imlek, Masyarakat Tionghoa Cirebon Membersikan Patung Dewa

Sebelum Hari raya Imlek, Masyarakat Tionghoa Kota Cirebon menggelar tradisi untuk bersihkan kimsin atau patung dewa di Kelenteng Talang. Di mana Tradisi ini akan di lakukan secara rutin setiap menjelang Tahun Baru Imlek.

Humas Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kota Cirebon Yohanes Suyono terlah komfirmasikan. Jika tradisi membersihkan atau memandikan patung dewa ini akan di lakukan menjelang Imlek memiliki makna penyucian lahir dan batin.

Daftar Slot88 Online

Dalam pembersihan patung dewa di kelenteng merupakan budaya turun temurun dari masyarakat disana.

Di mana Ada empat patung dewa yang selalu di bersihkan. Dari Tiga patung dewa dan Konghucu,” kata Yohanes saat berbincang dengan Kabarterheboh.com di Kelenteng Talang, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Viral Kisah Pilu Wanita Donarkan Ginjal kepada Kekasihnya, Berakhir Diselingkuhi

Dari Tradisi memandikan patung dewa ini menggunakan air kembang, yakni melati dan mawar. Di mana Satu persatu patung dewa bersikan dan dilap menggunakan handuk basah. Funsi Bunga-bunga itu supaya harum, kami juga mengganti baju-baju patung dewa,” kata Yohanes.

Sementara itu, Wakil Ketua MAKIN Kota Cirebon Subagyo telah mengatakan jika tradisi memandikan patung di laksanakan sekitar sepekan sebelum Imlek.

Subagyo telah menjelaskan alasan kenapa masyarakat Konghucu memandikan patung dewa sebelum Imlek.

Menurut kepercayaan dari kami ini, sebelum di hari Imlek roh dari patung dewa sedang naik ke langit. Di mana Saat ini kondisinya kosong (tak ada roh) makanya kami mandikan,” kata Subagyo.

Subagyo telah menerangkan jika patung-patung di Kelenteng Talang hanya di mandikan setahun sekali saja. Di mana Tradisi memandikan patung ini merupakan cara untuk merawat kondisi patung itu.

Patung Konghucu itu sudah berusia sekitar 50 tahunan usianya, Belum pernah di ganti saampai sekarang. Jika ada kerusakan pasti kami ganti ,” unjar Subagyo,” kepada kabarterheboh.com

Subagyo pun telah mengatakan jika tradisi Tahun Baru Imlek kali ini tidak ada acara untuk menyalakan kembang api dan lainnya karena pandemi COVID-19 masih ada.

Mungkin Tahun Baru Imlek kali ini tidak akan seramai tahun-tahun sebelumnya, karena masih dalam kasus pandemi COVID-19,” kata Subagyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *