Aksi Polantas Gadungan di Kota Batam yang Berakhir di Jeruji Besi

Aksi Polantas Gadungan di Kota Batam yang Berakhir di Jeruji Besi

KABARTERHEBOH.COM Aksi Polantas Gadungan di Kota Batam yang Berakhir di Jeruji Besi. Seorang pria dengan inisial V di kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tanpa perlawanan pada saat di bekuk polisi. Pria tersebut telah mengaku sebagai polisi lalu lintas (Polantas). Dalam aksinya dirinya memeras pengendara sepeda motor dengan cara di tilangnya.

Kapolsek Lubuk Baja, bernama Kompol Yudi Arvian, mengatakan bahwa kasus polisi gadungan tersebut awalnya di ketahui dari sebuah laporan seorang pemotor. Yang pada saat itu korban bersama teman wanitanya hendak pulang, namun tiba-tiba saja di berhentikan oleh pelaku V. Pelaku pada waktu itu mengaku sebagai anggota Satlantas, Minggu (16/4).

Daftar Slot Online

“Korban yang waktu itu tidak menggunakan helm, tiba-tiba saja langsung di pepet oleh pelaku. Pelaku kemudian menegur korban lalu mengaku sebagai anggota Satlantas. Di situ korban kemudian di suruh untuk menepi,” jelas Kompol Yudi, pada Minggu (29/4/2023).

Usai korban menuruti perintah untuk menepikan motornya, pelaku V lalu memfoto nomor polisi milik korban. Polisi gadungan tersebut mengatakan bahwa korban akan di tilang. Dengan alasan karena telah melakukan sebuah pelanggaran lalu lintas.

“Pelaku yang merupakan seorang polisi gadungan itu menjelaskan bahwa korban telah di tilang online. Lalu menyuruh untuk mengambil tilang di sebuah mall pelayanan publik dengan membawa denda senilai Rp 1 juta. Pelaku saat itu juga mengancam korban. Dia mengancam jika tidak melunasi denda tersebut, maka akan di kurung penjara selama 1 bulan,” jelasnya.

“Mendengar adanya ancaman tersebut, korban lalu ketakutan dan terpaksa meminta di bantu agar tidak di tilang. Awalnya korban mencoba menawarkan uang sebesar Rp 200 ribu. Akan tetapi pelaku menolak dengan beralasan jika korban banyak melakukan kesalahan. Oleh karena itu korban di minta harus menyerahkan uang senilai Rp 450 ribu jika ingin di bantu,” tambahnya.

Kepada Polantas gadungan tersebut korban mengaku jika dirinya tak memiliki uang. Kemudian pelaku akhirnya meminta sebuah handphone milik korban sebagai barang jaminan.

“Korban sempat menolak untuk menjaminkan handphonenya. Lalu pelaku meminta sebuah KTP milik korban. Meski awalnya merasa keberatan, tapi akhirnya korban menyerah dan merelakan KTP tersebut. Sebelum pergi meninggalkan korbannya, pelaku V menyebutkan bahwa korban bisa mengambil KTP nya. Dengan syarat membawa uang tebusan sebesar Rp 450 ribu pada keesokan harinya di sebuah SPBU Pelita, Lubuk Baja,” ujarnya.

Baca juga : Terindikasi Karena Kasus Narkoba, Seorang Sopir Bus Wonogiri-Jakarta Masuk Rehabilitasi

“Setelah di lakukan sebuah penyelidikan akhirnya pelaku V berhasil di bekuk pada hari Jumat (28/4). Tempatnya di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Lubuk Baja. Pada saat di amankan pelaku sama sekali tidak melakukan perlawanan,” ujarnya.

Dari proses penangkapan polisi gadungan tersebut, Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja berhasil menyita beberapa barang bukti. Di antaranya berupa handphone pelaku, sepeda motor dengan merek Honda Scoopy dan juga KTP korban. Atas apa yang telah di lakukannya terhadap korban, pelaku di kenakan Pasal 368 ayat 1 KUHPidana. Dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Aksi Polantas Gadungan di Kota Batam yang Berakhir di Jeruji Besi

https://118.107.238.76/promotions.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *