Guna Kepentingan Mistis Supriadi Warga Kupang Seludupkan 51 Burung Gagak Tujuan Solo

Seludupkan 51 ekor gagak, polisi bersama Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim berhasil mengamankan 51 gagak

KABARTERHEBOH.COM – Surabaya – Seludupkan 51 ekor gagak, polisi bersama Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim berhasil mengamankan 51 gagak yang di selundupkan untuk ritual mistis. Tersangka mengaku sudah 4 kali ini melakukan pengiriman seperti ini. Pelaku penyelundupan burung gagak tersebut bernama Supriadi, warga Kupang Surabaya. Kepada polisi, Supriadi mengaku hanya sebagai kurir yang transit di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dia mengaku sedang melakukan perjalanan ke kota Solo untuk membawa puluhan gagak itu dan dia sudah beberapa kali telah melakukannya. Tapi sudah empat kali ini dia lakukan hal tersebut.

Daftar Slot Online

Tersangka mengaku sudah 4 kali ini melakukan pengiriman gagak tanpa di lengkapi surat izin, ucap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Ryzki Wicaksana.

Dia menuturkan itu dalam konferensi pers tanpa menghadirkan tersangka yang di gelar di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pada hari Jumat (24/3/2023).

Arief juga menegaskan bahwa hal tersebut tetap saja melanggar ketentuan yang sudah ada. Sebab pengiriman burung gagak itu tidak di lengkapi dengan dokumen persyaratan yang di tentukan sebelumnya.

Total ada 51 ekor gagak hitam yang telah berhasil di amankan dari tangan tersangka. Menurut Arief, puluhan ekor burung gagak itu akan di gunakan untuk keperluan ritual mistis di kota Solo.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, burung gagak ini mau di kirim ke Solo untuk ritual mistis, Ucap Arief.

Arief menjelaskan bahwa ada 51 gagak itu di amankan saat baru saja tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada hari Minggu (20/3/2023).

Di antara puluhan burung gagak itu, ada belasan yang telah mati. Sedangkan untuk burung gagak yang masih hidup rencananya akan di lepasliarkan kembali kehabitat nya.

Kami lepas ke habitat asalnya di Makasar, sedangkan 18 di antaranya sudah mati, Ujar Arief.

Ketua Koordinator Antararea Karantina Hewan Tanjung Perak, Santoso juga menjelaskan bahwa matinya belasan gagak itu karena wadah yang di gunakan tidak sesuai dengan peruntukan.

Bacajuga : Minuman Keras Hasil Fermentasi Hewan Ini Sungguh Ekstrem, Berani Coba?

Tersangka (Supriadi) ini menggunakan wadah buah sebagai tempatnya, tidak ada dokumen sampai sertifikat kesehatan hewan sama sekali, Jelasnya.

Akibat perbuatan nya ini, Supriadi kini telah di sangka melanggar 88 huruf a dan huruf c UU 21 tahun 2019 tentang karantina hewan dan tumbuhan dengan ancaman yaitu 2 tahun penjara.

Seludupkan 51 ekor gagak guna kepentingan mistis pria ini di tangkap

https://118.107.238.76/promotions.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *