Viral Kucing Dicekoki Minuman Keras, Terdakwa Kini Divonis 3 Bulan Penjara

Viral Kucing Dicekoki Minuman Keras, Terdakwa Kini Divonis 3 Bulan Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung mereka telah menjatuhkan vonis tiga bulan penjara terhadap terdakwa kasus video viral kucing dicekoki minuman keras.

Kini Hakim telah menyatakan jika terdakwa bersalah karena telah menyiarkan kabar yang tidak jelas kebenarannya.

Daftar Slot88 Online

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo, Meraka mengatakan jika putusan itu Sudah diĀ  bacakan hakim saat sidang daring pada Jumat (11/2/2022).

Saat ini Terdakwa Ahmad Azam Ibadurrahman, warga Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Tulungagung di nyatakan bersalah dengan melanggar Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946.

Putusan hakim tiga bulan penjara, Di mana hukuman ini lebih ringan dari tuntutan JPU lima bulan penjara,” kata Agung Tri Radityo, Jumat (11/2/2022).

Dengan putusan ini jaksa penuntut masih menyatakan pikir-pikir, sedangkan terdakwa Azam itu sudah menyatakan menerima hukumannya.

Baca Juga: Viral Pasangan Beda Usia Dengan Gadis Belia, Jomblo Nangis Melihatnya

Di mana Pihaknya mengaku terdakwa Azam tidak bisa langsung bebas, karena dia bersangkutan baru menjalani penahanan sekitar 1,5 bulan saja.

“Hakim hanya memutuskan dengan pidana penjara tiga bulan dan tidak ada pidana denda sama sekali,” imbuhnya.

Kini Kasus yang menjerat mahasiswa itu bermula. Saat yang bersangkutan itu mengunggah video tersebut dengan temannya sedang memberikan minum kepada kucing yang tengah sekarat karena keracunan itu.

Pria cekoki Minuman Keras Kepada Kucing
Pria cekoki Minuman Keras Kepada Kucing

Dalam unggahan itu terdakwa kini menarasikan jika air yang di minumkan adalah minuman keras. Sebenarnya yang di minumkan itu adalah air kelapa muda untuk kucing itu.

Dalam Aksi yang di lakukan Azam itu mematik kemarahan dari para pecinta kucing dari berbagai daerah, hingga dilaporkan ke kepolisian.

Polisi pun sempat melakukan pemeriksaan kepada pelaku secara forensik atau nekropsi terhadap bangkai kucing tersebut.

Saat ini Kasus itu sempat mandek di kepolisian selama dua tahun karena berkas yang masih kurang. Akhirnya kasus itu sekarang di limpahkan ke kejaksaan dengan persangkaan penyebaran berita bohong yang mengakibatkan kegaduhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *