Anak Durhaka Kepada Ibunya, Anak Ini Akan Penjarakan Ibunya Karena Motor

Anak Durhaka Kepada Ibunya

Anak Durhaka Kepada Ibunya – Kalsum (60), wanita asal Desa Ranggegate, Lombok Tengah, mengaku sedih karena hendak dilaporkan oleh Anak Durhaka Kepada Ibunya ke polisi hanya karena masalah sepeda motor. Kalsum merupakan ibu dari M yang videonya viral.

Sebelumnya laporan anak kandugnya untuk memenjarakan ibunya ditolak oleh polisi. Kalsum merasa prihatin terhadap tingkah laku anak satu-satunya itu.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Beliau menjelaskan, motor yang dipermasalahkan dibeli dari bagian warisan suami yang didapatkannya sebesar Rp 15 juta.

” Pastinya saya sangat sedih, dia anak kandung saya keluar dari rahim saya, bukan anak tiri, hati saya merasa sedih,” kata Kalsum dalam bahasa Sasak ditemui Sangatviral.com, Senin (29/6/2020).

“Motor itu saya beli dari bagian uang warisan 15 juta, sebenarnya ada Rp 200 juta hasil penjualan, tapi M membawa uang warisan tersebut entah ke mana,” kata Kalsum menambahkan. Kalsum mengatakan, anaknya itu sering memaki dan memukulinya.

“Dia sering katain saya kotor, ditonjok pernah, dia juga sering menyuruh saya pergi (diusir)” kata Kalsum dengan meneteskan air mata. Akan tetapi, bagi Kalsum anak tetaplah anak, tidak boleh mendoakan yang tidak baik. Sementara itu M membantah tuduhan ibunya soal tuduhan sering memaki dan memukul.

“Ibu itu hanya ingin menjelek-jelekan saya, dia bilang diancam, dipukul, merasa dia aja yang paling benar. Ibu macam apa itu kalau begitu caranya,” kata M saat dikonfirmasi melalui telepon.

Soal kepemilikan motor, M mengakui bahwa motor tersebut dibeli bersama ibunya dari harta warisan yang dijual seharga 200 juta. Akan tetapi, yang disesali oleh M adalah Kalsum membawa motor tersebut ke rumah keluarga ibunya.

“Motor itu dia bawa ke rumah saudaranya, padahal itu kita beli dari harta warisan. Jadi saya juga punya hak terhadap motor itu, itu yang saya keberatan” kata Anak Durhaka Kepada Ibunya.

Sebelumnya beredar video saat M ingin melaporkan ibunya di Polres Lombok Tengah. Akan tetapi, laporan itu ditolak Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono. Priyo menyarankan agar M dan Ibunya menyelesaikan secara kekeluargaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *