Pengakuan Ibu-Ibu Bisa Loloskan Seleksi Polri, Menipu Korban Hinga Rp 150 juta

Pengakuan Ibu-Ibu Bisa Loloskan Seleksi Polri, Menipu Korban Hinga Rp 150 juta

Pengakuan Seorang Ibu-Ibu menipu korban untuk bisa loloskan peserta seleksi anggota Polri diPekanbaru, Riau, ditangkap. Di mana pelaku yang ternyata seorang ibu rumah tangga (IRT) itu bahkan telah menipu korban Rp 150 juta.

Kapolsek Tampan di Pekanbaru, Kompol I Komang Aswatama, telah mengatakan pelaku R (41) ditangkap pada hari Minggu (23/1) lalu. Saat ini pelaku sudah di tangkap setelah polisi menerima laporan dugaan penipuan, MRF.

Daftar Slot88 Online

Di mana saat ini Pelaku R sudah kami tangkap setelah menerima laporan penipuan. Modus yang di lakukan pelaku dengan cara menjanjikan untuk bisa masuk Polri,” kata Komang di Mapolsek, Rabu (26/1/2022).

Komang telah mengatakan penipuan di lakukan bermula saat korban MRF tidak di berangkatkan pendidikan. Sebab, saat ini nama MRF tidak ada dalam daftar peserta yang lulus seleksi dalam penerimaan Polri pada tahun 2020.

Kejadian itu bermula saat seorang warga ikut tes penerimaan Polri tahun 2020. Jadi korban jatuh di tes psikologi, setelah menerima gagal masuk kepolisian, lalu si pelaku mendatangi keluarga korban,” ucap Komang.

Baca Juga: Sebelum Hari raya Imlek, Masyarakat Tionghoa Cirebon Membersikan Patung Dewa

Pelaku langsung memberi iming-iming kepada keluarga korban akan di berangkatkan saat pendidikan Tamtama Brimob. Bahkan dia ikut pendidikan dan masuk Polri tanpa melalui tahapan tes dari awal jadi polisi.

Di mana pelaku mengiming-imingi dan bilang bisa korban ikut pendidikan Polri tanpa harus ikut tes lagi. Awalnya pelaku minta sejumlah uang imbalan dengan alasan kenal sama dengan panitia penerimaan, katanya nanti masuk lewat jalur sisipan,”

Keluarga yang mendengar langsung tergiur akhirnya mengikuti arahan dan permintaan sejumlah uang tersebut. Di mana Tidak tanggung-tanggung, pelaku langsung minta uang ‘pelicin’ Rp 150 juta.

Uang tersebut kemudian di bayarkan secara bertahap dan melalui via transfer bank. Untuk transfer dari bank, sudah tercatat sebesar Rp 62 juta yang telah di setorkan keluarga korban kepada pelaku.

Dari Pengakuan korban sudah ratusan juta. Kalau tidak salah sudah Hampir Rp 150 juta saya bayarkan cash sama transfer secara bertahap. Tapi yang bisa kamibuktikan hanya baru Rp 62 juta. Itu di akui oleh pelaku,” kata Komang.

Pelaku sendiri sudah mengaku uang korban nanti akan di setorkan kepada oknum yang memberi janji bisa memasukkan. Saat ini orang itu masih dalam pengejaran polisi.

Kata pelaku ada orang lain yang janjikan hal tersebut. Siapa orang ini nanti akan kami kejar, yang jelas masalah ini mencederai institusi Polri,” kata mantan Kasatreskrim Indragiri Hulu (Inhu) tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *