5 Cara Atur Pernapasan Untuk Hubungan Seks yang Lebih Tahan Lama

Cara Atur Pernapasan Untuk Hubungan Seks

Cara Atur Pernapasan Untuk Hubungan Seks – Tenaga yang kita butuhkan selama berhubungan seks, ternyata sama dengan olahraga kardio semisal lari.
Tidak heran, berhubungan seks bisa menjadikan napas kita tersengal-sengal sama seperti habis berlari.

Terlebih, karena olahraga di atas ranjang ini mempunyai banyak variasi posisi dan manuver yang memerlukan ketangkasan gerak tubuh.
Lantas, adakah Cara Atur Pernapasan Untuk Hubungan Seks dan mencegah sesak napas supaya bisa tahan lama dan kenikmatannya terasa sempurna?

Cara Atur Pernapasan Untuk Hubungan Seks

1. Atur teknik bernapas

Jangan biasakan menahan napas ketika penetrasi tengah berlangsung.
Ingatkan diri sendiri untuk mengatur napas sesantai mungkin, jangan terlalu cepat dan terhambat-hambat.
Bernapas pendek-pendek lewat hidung justru menjadikan Anda akan merasa seperti tersedak karena tidak mendapatkan cukup udara.

Selama melakukan Hubungan seks, usahakan untuk bernapas dari perut bukan dada.
Bernapas lewat perut menjadikan Anda memperoleh lebih banyak udara, sehingga tubuh Anda rileks dan fokus menikmatinya.

Setiap kali penetrasi, ambil napas dalam lewat hidung dan embuskan napas dengan maksimal.
Jangan ditahan-tahan supaya karbon dikoksida yang dikeluarkan pun semakin banyak.
Hal ini membantu Anda untuk selanjutnya bisa menarik napas lebih dalam.
Jangan pula menahan suara desahan karena ini mendorong Anda untuk bernapas lebih baik.

Baca Juga : Pria Ini Meninggal Setelah Baru Menikah Satu Hari

2. Pilih waktu yang tepat

Buat banyak orang, malam hari merupakan waktu bercinta yang terbaik.
Namun jika Anda ingin menghindari risiko tiba-tiba sesak napas saat berhubungan seks, carilah waktu yang lebih baik. Kenapa?

Tidak menutup kemungkinan Anda masih menyisakan rasa stres setelah beraktivitas seharian tadi.
Belum lagi ditambah dengan rasa capek setelah menghadapi kerasnya perjalanan kota.

Cara Atur Pernapasan Untuk Hubungan Seks

Jadwalkanlah sesi bercinta di waktu yang lebih santai dan luang. Misalnya pada pagi atau sore hari di akhir pekan.
Waktu ini cocok untuk bermesraan karena sebagian besar energi yang terkuras habis sebelumnya sudah pulih kembali.

Namun bagi orang yang mempunyai gangguan atau penyakit paru, hindari berhubungan seks di pagi hari.
Ini karena pada pagi hari, paru-paru Anda menghasilkan dahak lebih banyak yang bisa menjadikan napas terasa sesak dan pendek.

3. Pilih posisi yang enak dan nyaman

Pintar-pintar menerapkan posisi yang tepat tidak hanya menjadikan permainan jadi lebih tahan lama, tapi juga bebas masalah.
Bagi pasangan yang gemuk, misalnya, hindari posisi misionaris yang menekan dada dan perut.
Gantinya cobalah posisi doggy style, berdiri, atau duduk berpangkuan.
Alternatif lainnya, posisi spooning (berbaring menyamping) juga terbilang aman buat pernapasan karena tidak menggencet dada maupun perut.

4. Atasi dulu masalah pernapasan Anda

Sesak napas bisa disebabkan karena penyakit pernapasan Anda kambuh di tengah-tengah nikmatnya berhubungan Seks.
Maka dari itu, cari tau dulu cara mengantisipasi masalah ini sebelum benar-benar menghadapinya.

Misalnya jika Anda punya asma, akan lebih baik jika anda menggunakan inhaler atau nebulizer dulu sebelum mulai bercinta.
Obat inhaler bisa membantu melonggarkan saluran napas sehingga mencegah risiko sesak napas saat berhubungan seks.

5. Olahraga

Seks pada dasarnya sama dengan olahraga. Agar tubuh semakin terbiasa diterpa oleh aktivitas fisik yang berat, Anda harus lebih rajin melatihnya.

Cobalah meningkatkan stamina tubuh dan fungsi paru-paru dengan olahraga kardio.
Misalnya dengan berlari atau naik turun tangga. Awalnya memang ngos-ngosan, apalagi jika tidak terbiasa olahraga.
Namun, semakin sering Anda olahraga, semakin baik pulak teknik pernapasan Anda di atas ranjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *