Jangan Salah! Suka Bicara Sendiri Menunjukkan Jiwa yang Sehat dan Bukan Gila

Suka Bicara Sendiri Menunjukkan Jiwa yang Sehat

Suka Bicara Sendiri Menunjukkan Jiwa yang Sehat – Banyak orang beranggapan bahwa suka bicara sendiri merupakan tanda gila atau hilang kewarasan.
Anggapan ini terbentuk karena banyak orang yang mengalami gangguan jiwa memang sering terlihat suka bicara atau bergumam sendiri tanpa kejelasan.
Namun bukan berarti suka bicara sendiri berarti kamu gila loh!

Dikutip KabarTerheboh dari sumber terpercaya, Jumat (28/6/2019), seringkali kita berbicara dengan diri sendiri.
Kalimat-kalimat seperti: “Di mana kunciku?”, “Duh, aku bisa terlambat!”, atau, “Apakah aku terlihat baik?”
Itu semua adalah kata-kata yang sering terlintas dalam pikiran sadar atau tidak sadar, terucap atau hanya terbayang.
Beberapa ahli menjelaskan bahwa cara ini sesungguhnya membantu seseorang untuk mengembangkan pandangan positif dan jiwa yang sehat.

Bahkan, beberapa ahli kesehatan menggunakan praktik berbicara dengan diri sendiri ketika membantu klien mereka.
Ketika kita memberitahukan pikiran batin kita pada diri sendiri, bicara sendiri itu mengekspresikan pilihan perilaku, keadaan emosi, sampai pikiran-pikiran yang pernah muncul dalam diri kita.

Suka Bicara Sendiri Menunjukkan Jiwa yang Sehat - Banyak orang beranggapan bahwa suka bicara sendiri merupakan tanda gila atau hilang kewarasan

Baca Juga : MK Resmikan Jokowi-Ma’ruf Amin Menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024

Berbicara dengan diri sendiri dapat meningkatkan memori atau ingatan Seseorang.
Itulah salah satu manfaat paling penting dari berbicara dengan diri sendiri.
Namun, seperti diungkap oleh salah satu psikolog ternama, berdasarkan hasil penelitian Gary dan Daniel, manfaat lainnya dari berbicara sendiri yaitu:

1. Jadi lebih fokus

Saat seseorang menulis sambil membaca apa yang ditulis, perlahan akan membuat otak menjadi lebih fokus pada satu hal.
Artinya, ini juga menjadikan kemampuan otak untuk mengingat begitu meningkat.

2. Bikin termotivasi

Sama seperti yang dikatakan oleh Gary dan Daniel, ketika Anda sedang mempersiapkan diri menghadapi sesuatu.
Seperti halnya presentasi, kemudian Anda berbicara sendiri, itu bisa meningkatkan motivasi Anda dan menghilangkan kecemasan yang sebelumnya menggerogoti Anda.

3. Mampu menganalisis masalah sendiri

Kadang saat punya masalah, Anda biasa curhat dengan teman atau pasangan.
Namun, dengan berbicara pada diri sendiri, Anda justru akan lebih mampu menganalisis situasi masalah Anda sendiri.
Anda juga akan berbicara dengan suara hati Anda sendiri dan menemukan apa yang benar-benar Anda inginkan.

4. Menyalurkan emosi

Ketika Anda sedang kesal atau marah, seperti di jalan raya yang macet misalnya, lalu Anda berbicara atau teriak-teriak sendiri.
Secara tidak Anda sadari, lama-lama Anda akan tenang sendiri. Ya, itulah manfaatnya, membuat emosi jadi tersalurkan.

5. Membuat kita mampu mengatur jadwal

Apa yang ada di pikiran kita kadang memang terlalu banyak sampai kita berpikir dan bicara sendiri: habis ini harus ngapain, melakukan apa, dan setelah itu bikin apa, dan sebagainya.
Dengan berbicara sendiri, pelan-pelan Anda akan mulai belajar mengatur jadwal diri Anda sendiri dan mengorganisir apa yang harus Anda lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *