Kompol Yuni Terseret Narkoba Memiliki Utang Rp340 Juta

Kompol Yuni Terseret Narkoba Memiliki Utang Rp340 Juta

Kompol Yuni Terseret Narkoba – Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang heboh belakangan ini sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar, Bandung, karena mengonsumsi narkoba bersama dengan beberapa anggotanya.

Kompol Yuni beserta dengan sekitar 12 orang anggotanya ditangkap pada Selasa dengan kasus mengonsumsi narkoba, 16 Februari 2021. Kompol Yuni Terseret Narkoba bersama para anggotanya.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Polisi menangkap Yuni tanpa menemukan adanya barang bukti, Akan tapi hasil tes urine terhadapnya positif mengandung zat amphetamine atau sabu. Diluar kasusnya, sekarang ini kita akan membahas soal harta yang dimiliki Kompol Dewi.

Menurut beberapa sumber yang ada, Jumat 19 Februari 2021 berdasar data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan Yuni kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tercatat dia memiliki total harta senilai Rp110 juta.

Data tersebut disampaikan Kompol Yuni pada saat baru menjabat Kapolsek Sukasari pada tahun 2020.

Kompol Yuni dalam LHKPN mengaku memiliki Tanah dan Bangunan seluas 100 meter persegi/ 100 meter persegi di Kota Bandung dengan taksiran harga Rp350 juta. Yuni juga melaporkan kepemilikan mobil Toyota Avanza Tahun 2009 senilai Rp100 juta.

Meskipun demikian, Yuni mencantumkan utang sebesar Rp340 juta, sehingga jumlah harta kekayaannya Rp110 juta. Data harta kekayaan tersebut sama dengan laporan sebelumnya yang disampaikan Kompol Yuni saat menjabat Kapolsek Bojongloa Kidul, Bandung.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat pelanggaran, yang paling utama adalah berkaitan dengan narkoba.

“Kalau terkait dengan anggota yang melakukan pelanggaran, saya kira jelas tidak akan pernah ada toleransi,” ujar Listyo di Kantor Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 19 Februari 2021.

Listyo memastikan pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas kepada setiap anggota yang terlibat kasus narkoba, termasuk Kompol Yuni.

Listyo menyebut selain sanksi internal yang diberikan, dimungkinkan pula kasus Kompol Yuni dibawa ke ranah pidana. “Kita tindak tegas. Aturannya ada. Aturan internal dari Propam ada. Pidana juga akan kita berikan,” kata Listyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *