Vaksin Covid-19 Lansia Sudah Mendapatkan Izin Resmi Dari BPOM

Vaksin Covid-19 Lansia Sudah Mendapatkan Izin Resmi Dari BPOM

Vaksin Covid-19 Lansia – Orang lanjut usia (lansia) yang sudah di atas 60 tahun sudah mendapatkan izin untuk bisa diVaksin Covid-19. Keputusan ini diambil setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan ermergency use authorization (EUA). Atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac kepada lansia.

Jika lihat dari data, sekitar 47,3 persen kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan lansia.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

“Menjadi keharusan tentunya bagi pemerintah untuk menetapkan memberi pemberian penggunaan vaksin yang tersedia yaitu saat ini adalah CoronaVac menjadi prioritas untuk juga diberikan kepada kelompok lansia,” kata Kepala BPOM.Penny K. Lukito dalam konferensi pers melalui YouTube BPOM RI, Minggu (7/2).

Penny menyebut, izin penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia dikeluarkan pada tanggal 5 Februari 2021. Penerbitan ini dilakukan setelah mendapat data hasil uji klinik fase 1 dan 2 vaksin Sinovac untuk lansia di China serta uji klinik fase 3 di Brasil.

Data hasil uji klinik fase 1 dan 2 di China menunjukkan, kadar antibodi atau imunogenisitas lansia berada pada angka 97,96 persen. Setelah dilakukan dua kali penyuntikan vaksin Sinovac dengan rentang waktu 28 hari. Uji klinis dilakukan kepada 400 lansia.

Sedangkan hasil uji klinik fase 3 di Brasil menunjukkan lansia berada dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan efek samping serius derajat ketiga setelah dilakukan dua kali penyuntikan. Uji klinik fase 3 di Brasil melibatkan 600 lansia.

“Telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini kepada orang 60 tahun ke atas aman dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan,” jelasnya.

Meskipun begitu, Penny mengingatkan, pemberian vaksin kepada lansia harus melalui tehapan pemeriksaan kesehatan. Hal itu dikarenakan. Umumnya lansia memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang berisiko tinggi saat menerima vaksin.

“Mengingat populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi. Maka pemberian vaksin ini juga harus dilakukan secara hati-hati,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *