Pemerkosaan Di Bukit Tinggi Ternyata Dibantu Istri Karena Takut Diceraikan

Pemerkosaan Bukit Tinggi Ternyata Dibantu Istri Karena Takut Diceraikan

Pemerkosaan Bukit Tinggi – Motif kasus pemerkosaan yang terjadi di Bukitinggi, Sumatera Barat, yang dilakukan oleh pasutri dengan identitas suami diketahui berinisial AF (36) serta istrinya YN (40), warga Gurun Panjang, Kelurahan Pakan Kurai, Kota Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan terkait kasus Pemerkosaan Bukit Tinggi yang melibatkan pasutri AF dan YN. Hubungan antara AF dan korban ternyata sudah lama sejak tahun 2020 istri AF juga mengetahui hubungan mereka.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Saat itulah AF mengancam akan menceraikan istrinya. Karena takut diceraikan, istri AF menuruti permintaan AF. Bahkan untuk kembali berhubungan badan dengan korban,” ungkap Chairul.

Atas ancaman akan diceraikan oleh suaminya, YN kemudian menghubungi korban, dan langsung membawa korban ke rumah mereka dan memaksa korban untuk kembali berhubungan badan dengan AF. “Itu dilakukan dihadapan istri AF, YN dan telah dilakukan sebanyak dua kali,” imbuh Chairul.

Pada 19 Januari 2021, korban melaporkan kejadian itu ke SPKT Polres Bukittinggi. Atas kejadian tersebut, Chairul sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh sang istri dan menuruti keinginan suami karena takut diceraikan.

“AF dijerat pasal 285 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Sementara istri pelaku, YN diancam pasal 289 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *