Uang Di Makan Rayap Rp 15 Juta Ternyata Bisa Diganti Di Bank Indonesia

Uang Di Makan Rayap Rp 15 Juta Ternyata Bisa Diganti Di Bank Indonesia

Uang Di Makan Rayap – Salah satu postingan video mengenai uang tabungan yang berkisar Rp 15 juta rusak dimakan rayap heboh di media sosial. Uang simpanan milik warga Kolaka, Sulawesi Utara, itu rusak karena disimpan di bawah kasur selama satu tahun lamanya.

Padahal, tabungan yang terdiri dari pecahan uang kertas Rp 50.000 dan Rp 100.000 ini akan digunakan oleh sang pemilik untuk renovasi rumah.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Muncul bebrapa pertanyaan dari Masyarakat Indonesia, Apakah bisa uang simpanan yang sudah rusak diganti oleh Bank Indonesia?

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI). Erwin Haryono, mengatakan uang tersebut masih bisa diganti oleh BI. Pemilik uang bisa mendatangi kantor perwakilan BI di daerah masing-masing.

“Pada prinsipnya bisa diganti, ada aturannya. Silakan datang ke kantor perwakilan BI kita ada di tiap daerah,” ujar Erwin kepada kumparan, Kamis (7/1).

Aturan terkait penggantian uang ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah.

Kendati begitu, tidak semua uang yang rusak dapat diganti BI. Penggantian atas uang tidak layak edar (UTLE). Bisa diberikan jika tanda keaslian dan nomor seri uang tersebut masih dapat dikenali sehingga bisa dibedakan asli atau palsunya.

Selanjutnya, syarat kedua setidaknya dua pertiga bagian dari uang tersebut masih bisa disatukan. Syarat dua pertiga bagian uang kertas masih utuh ini, lanjut Erwin, juga berlaku bagi uang yang sudah robek atau Uang Di Makan Rayap.

Meskipun sudah tercerai-berai, asalkan ketika disatukan masih melebihi dua pertiga bagian dari bentuk aslinya, maka tetap bisa diganti. Hal itu, kata Erwin demi mencegah terjadinya kecurangan.

“Kedua paling tidak, minimal dua pertiga fisik uang kertas masih bisa dikenali, itu bisa diganti. Ini bukan untuk mempersulit tetapi agar tidak ada kecurangan misal uangnya hanya sepersepuluh bagian, kemudian uang yang sama besoknya diminta lagi gantinya jadi dua kali,” pungkas Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *