Heboh, Batu Meteor Tapanuli Yang Diperkirakan Laku 26 Milliar

Batu Meteor Tapanuli

Batu Meteor Tapanuli – Baru-baru ini masyarakat yang ada di Indonesia dibuat heboh dengan pembelian batu meteor dari pria asal Sumatera Utara, Joshua Hutagalung.

Pembeli Batu Meteor asal Tapanuli, Jared Collins, warga negara Amerika yang saat ini tinggal di Bali memberikan klarifikasi. Mengenai harga pembelian batu meteor yang sempat jadi perbincangan di media sosial beberapa waktu belakangan ini.

SITUS JUDI SLOT ONLINE TEPERCAYA

Pihak Jared Collins secara resmi menyanggah informasi yang menyebut, harga yang dibayarkan bukan Rp200 juta, apalagi Rp24 miliar.

Kendati begitu, pihaknya tidak memberitahukan secara pasti berapa harga yang dibayarkan pada pria yang berprofesi sebagai pembuat peti mati tersebut.

” Mengklarifikasi berita yang saat ini beredar tentang perkiraan nilai pembelian batu meteorit tersebut. Atau ganti rugi yang diberikan atas batu tersebut, dapat dipastikan bahwa angka yang disebutkan sama sekali tidak benar dan tidak tepat. Adapun keaslian, nilai sebenarnya adalah kerahasiaan kedua belah pihak. Baik Joshua Hutagalung maupun warga Amerika yang tinggal di luar negeri, yang mengambil alih meteor tersebut. Berdasarkan kesepakatan bersama,” tulis keterangan tertulis pihak Jared Collins yang diberitahukan kepada publik.

Mengenai jumlah uang yang dibayarkan, pihak dari Jared Collins juga mengklarifikasi besaran dana yang diterima Joshua Hutagalung.

” Tetapi jumlah yang dibayarkan diterima bukanlah 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah 25 miliar yang dilaporkan hingga seluruh dunia. Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut,” lanjut pernyataan tersebut.

Pada tanggal 7 Agustus 2020, seorang penggemar meteroit yang tinggal di Bali, Jared Collins, dihubungi sesama penggemar meteroit yang berada di Amerika.

Penggemar tersebut meminta bantuan Jared Collins untuk mendapatkan sebuah meteroit yang jatuh di Sumatera Utara milik Josua Hutagalung. Warga Dusun Sutahan Barata, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *