Viral, Gadis Di Bali Diperkosa Oleh 10 Laki-Laki

Gadis Di Bali Diperkosa

Gadis Di Bali Diperkosa – Seorang perempuan berusia 12 tahun menjadi korban pemerkosaan di Buleleng, Bali. Parahnya, korban diperkosa secara bergilir oleh 10 laki-laki sekaligus, 7 di antaranya tersangka masih anak di bawah umur.

Gadis Di Bali Diperkosa ini terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Kejadian ini terjadi pada saat motor korban kehabisan bensin di salah satu minimarket di Panarukan pada Minggu (11/10) lalu.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

“Korban yang motornya kehabisan bensin di depan Indomaret Jalan Setiabudi, Penarukan, meminta bantuan kepada pacarnya, DK, untuk membelikan bensin dan di antarkan ke lokasi. Akan tetapi, pelaku mengajak korban ke rumah ACT dan korban disuruh tinggal di rumahnya ACT,” kata Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa melalui keterangan tertulis, Jumat (30/10/2020).

Pada malam harinya, korban disetubuhi oleh pacarnya. Bukan seorang diri, dua teman pacar korban juga turut memperkosa korban. Korban diperkosa secara bergilir oleh 3 tersangka ini.

“Kemudian, sekitar pukul 23.00 Wita korban dipaksa melakukan persetubuhan oleh DK, di mana pada saat itu, di dalam kamar ada DK, BRT dan RD. Korban secara langsung disetubuhi secara bergilir oleh 3 tersangka,” ungkap Made.

Ternyata korban bukan hanya diperkosa oleh 3 lelaki itu. Ada sekitar 7 orang laki-laki lainnya yang juga ikut memperkosa korban. Total ada 10 pelaku kemudian diamankan oleh pihak kepolisian.

Polisi langsung melakukan visum kepada korban. Pemeriksaan saksi juga dilakukan untuk menyelidiki kasus ini.

“Bukti yang cukup didukung dengan adanya visum yang ditemukan pada korban mengalami robekan lama selaput dara, dan juga berdasarkan saksi korban serta saksi fakta lainnya sebanyak 4 saksi fakta yang saling mendukung, bahwa benar terhadap terduga pelaku RD, BR, AT, WW, PK, DK, AR, JL, TN dan ES dapat disangka telah melakukan tindak pidana,” papar Made.

Dari 10 orang pelaku itu, hanya 3 yang ditahan polisi. 7 orang lainnya tidak bisa ditahan karena masih di bawah umur.

“Sehingga, pada tanggal 26 Oktober 2020 telah mengamankan pelaku. Namun, karena ada pelaku anak-anak, maka terhadap pelaku anak tidak dilakukan penahanan. Sedangkan ketiga pelaku dewasa RD, BT dan WW dilakukan penahanan,” ujar Made.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *