Kolam Renang Viral Ada Party Saat Pandemi Jadi Tersangka

Kolam Renang Viral

Kolam Renang Viral – Polisi menetapkan seorang tersangka karena kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan virus Corona di salah satu kolam renang di Sumatera Utara. Tersangka merupakan Manager Hairos Water Park, Edi Saputra.

“Berdasarkan data-data yang didapatkan dari lapangan, Polisi melakukan gelar perkara dan di kita putuskan untuk sementara ini GM-nya sebagai tersangka,” kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, di Polrestabes Medan, Jumat (2/10/2020).

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Dia mengatakan GM Hairos Water Park itu dijerat sebagai tersangka karena diduga melanggar UU Karantina Kesehatan. Irsan juga menyebut Edi terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda hingga Rp 100 juta.

“Kepada yang bersangkutan kita persangkakan Pasal 93 juncto Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan juncto Permen Kesehatan Nomor 01.07 Menkes-382-2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona, dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara dan/atau denda Rp 100 juta,” ujarnya.

Irsan menyebut penyelidikan dimulai setelah polisi mendapat informasi yang viral soal keramaian di kolam renang tersebut. Dia menyebut personel Polrestabes Medan mendatangi lokasi dan memeriksa tentang kebenaran kabar viral tersebut.

“Lokasinya di kolam renang Hairos. Setelah anggota memeriksa ke lapangan anggota berusaha untuk menjumpai pihak dari manajemen, dalam hal ini bertemu dengan GM-nya dan juga anggota menemui pihak-pihak yang patut dan pantas untuk dikonfirmasikan terkait berita tersebut,” tuturnya.

Setelah dilakukan interogasi, diketahui tidak ada pengajuan surat rekomendasi kepada Gugus Tugas terkait kegiatan live DJ di panggung dekat kolam tersebut. Selain itu, ada diskon yang diberikan kepada setiap pengunjung.

“Tidak ada mengajukan surat rekomendasi kepada Gugus Tugas. Perlu rekan-rekan ketahui kegiatan yang viral tersebut adanya kelompok atau kumpulan orang-orang yang berenang pada satu tempat kolam tadi dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan, pada kolam renang tersebut juga ada diselenggarakan live DJ,” tuturnya.

“Mereka melakukan kegiatan tersebut dalam rangka diskon. Jadi awalnya tiket yang semula seharga Rp 45.000 diskon 50%. Menjadi Rp 22.500,” sambung Irsan.

Irsan mengatakan acara itu diduga merupakan ide dari Edi selaku GM karena omzet yang turun selama pandemi. Selain itu, tidak ada pembatasan terhadap pengunjung dan tidak ada penyemprotan disinfektan di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *