Utang Judi Online, Asiong Tewas Dibunuh 10 Orang

Utang Judi Online

Utang Judi Online – Seorang pria yang bernama Jefri Wijaya (28) atau Asiong ditemukan tewas dengan cara yang mengenaskan. Asiong ditemukan tewas di sebuah jurang di Kabupaten Tanah Karo, Sumut. Pada Saat ditemukan, tubuhnya bengkak. Polisi meyakini Asiong dipukuli sebelum akhirnya dibuang ke jurang.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar tidak perlu waktu lama untuk mengungkap kasus itu. Irwan menyebut Asiong meninggal dunia karena dibunuh. Pelakunya lebih dari 10 orang. Motifnya adalah karena utang senilai Rp 765 juta.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Dalam kejadian ini , polisi sudah berhasil menangkap 7 orang. Mereka adalah Edy Siswanto, Handi, M. Dandi, Selamat Nurdin, Bagus Arianto. Arif dan satu orang lagi identitasnya tidak diberitahukan oleh polisi.

Irwan mengatakan kasus ini bermula pada Kamis, 17 September 2020. Pada saat itu, teman Asiong yang bernama Dani memiliki utang kepada Edy Siswanto senilai Rp 765 juta. Utang tersebut adalah utang judi online.

Akan tetapi, Teman Asiong tidak mau membayar utang itu ke Edy. Dani menyebut utang-utangnya akan dibayarkan ke Asiong. Dan menjadikan Asiong sebagai jaminannya.

“Ini sebenarnya proses menagih utang. Hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Irwan.
Edy kemudian menyuruh Handi dan Dandi untuk menculik Asiong. Mereka dibantu Nurdin, Bagus dan Arif serta satu orang lagi yang polisi belum menyebut siapa namanya. Polisi tidak menjelaskan di mana Asiong kali pertama diculik.

Pada saat diculik itu, Asiong dibawa ke beberapa tempat seperti Sibolangit dan Tanah Karo. Asiong juga dibawa ke sebuah gubuk di daerah Kecamatan Marelan. Di gubuk itu, Asiong dipukuli hingga tewas. Asiong dipukuli karena saat ditagih utangnya Dani, Asiong bersih keras tidak mau bayar.

“Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, jenazah tersebut langsung dibuang ke jurang, di wilayah Tanah Karo. Mereka (pelaku) kemudian melakukan konsolidasi ke arah Medan dan ke arah Sibolangit. Dari sana mereka bersepakat untuk memusnahkan barang, hp mereka untuk menghilangkan jejak,” ujar Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *