Prank Daging Kurban Sampah, Youtuber Palembang Diamankan Polisi

Prank Daging Kurban Sampah

Prank Daging Kurban Sampah – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang menangkap Youtuber Edo Dwi Putra (24) dan Diky Firdaus (20) yang membuat konten video Youtube bagi-bagi daging kurban yang berisi sampah.

Akhir dari video prank daging kurban sampah itu, keduanya diancam dengan pasal 14 KUHP tentang penyebaran berita bohong serta UU ITE pasal 27 ayat 1 ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar Anom Setiyadji mengatakan, kedua Youtuber tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua lainnya yang bertugas sebagai kameramen buron setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Perbuatan kedua tersangka membuat video prank sampah telah membuat Keresahan di masyarakat. Banyak orang mengecam aksi tersebut sehingga kita tahan pelakunya,” ujar Anom, Senin (3/8).

Youtuber itu memposting video prank daging kurban sampah tersebut pada Jumat (31/7). Tidak berselang lama diunggah, video tersebut menghebohkan jagat media sosial. Video tersebut tersebar di beberapa media sosial selain Youtube seperti instagram, facebook, dan twitter.

Tim Polrestabes Palembang mendeteksi adanya Ketidak pantasan video tersebut dan segera melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (1/8), polisi segera menangkap Edo dan Diky di kediaman mereka masing-masing.

Sementara dua kameramen yang merekam video prank daging kurban sampah itu, yakni Hadi Jaya Karim dan Istiqomah hingga saat ini masih buron.

“Dalam pembuatan video tersebut ada empat orang yang terlibat, dua orang sudah kita amankan dan dua lainnya sedang dikejar oleh anggota kita,” ujar dia.

Berdasarkan pengakuan Edo video prank daging kurban sampah itu dibuat untuk meningkatkan jumlah subscriber di chanel Youtube Edo Putra Official.

Akan tetapi, video yang dibuat dianggap tidak mendidik dengan memberikan kantong berisi sampah yang disebut sebagai daging kurban.

Baca Juga : Anji dan Hadi Pranoto Klaim Menemukan Obat Anti Bodi Corona

“Dalam pembuatan konten tersebut korbannya adalah orangtua pelaku sendiri. Ini sudah diatur oleh tersangka. Akun Youtubenya juga sudah kita sita” kata Polrestabes Palembang.

Polisi menyita barang bukti berupa ponsel, akun email dan seluruh akun medsos milik tersangka. Beberapa saksi pun telah diperiksa dalam perkara video prank daging kurban sampah itu.

Edo saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku menyesal telah membuat konten video prank daging kurban sampah itu. Dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kesalahan yang diperbuat oleh dirinya.

“Saya sangat menyesal sudah membuat konten ini. Idenya dari saya sendiri, tidak ada dari inspirasi Ferdian Paleka,”kata Edo.

Ternyata dua korban yang ada dalam video prank tersebut merupakan ibu kandung dan orang tua angkatnya sendiri.

Edo pun mengakui bahwa video tersebut memang sudah diatur dan telah dijelaskan kepada orang tuanya tersebut untuk membuat video tersebut.

“Awalnya ibu menolak tapi tetap saya lakukan. Sebelumnya saya juga pernah buat video prank THR isi amplop kosong yang korbannya teman saya sendiri,” kata dia.

Tersangka mengaku telah membuat Chanel Youtube tersebut sejak 2019. Awalnya Edo mengisi konten video kanal tersebut berupa teaser video berita. Sampai sekarang, Edo mengaku dapat penghasilan Rp5 juta dari Chanel Youtube Miliknya.

Ada juga salah satu konten untuk memancing penambahan subscriber, Edo pun berjanji akan membuat konten memakan rambut kemaluan senditi apabila jumlah subscribernya menembus angka 10 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *