Pria Di Angola Ini Meninggal, Tinggalkan 42 Istri, 156 Anak, 250 Cucu, Dan 76 Cicit

Baru-baru ini pemakaman seorang tokoh Poligami yang disegani di Angola membuat kaget ribuan orang. Selama dilakukan di tengah merebaknya wabah Covid-19, mendiang juga meninggalkan istri yang jumlahnya bisa membuat orang tercengang dan geleng kepala.

Untuk diketahui, pemerintah Angola telah menerapkan aturan social distancing dan larangan berkumpul lebih dari 50 orang saat pandemi Covid-19.

akan tetapi pada pemakaman Francisco Tchikuteny Sabalo pada hari Minggu, 19 April 2020 itu, pengantar yang hadir jumlahnya ekstra banyak. Bukan hanya warga biasa, pemakaman itu dihadiri oleh 156 anak dan 250 cucunya.

JUDI SLOT ONLINE TERBAIK

Paling tidak ada ribuan pelayatyang datang, tidak hanya menyanyi, memeluk, dan menangisi peti mati berisi jenazah Tchikuteny. Mereka juga mengangkatnya secara bergantian hingga ke pemakaman di Giraul do Meio yang berada tidak jauh dari kota pelabuhan Namibe.

Sosok Manusia yang Lengkap

Kepada Pemerintahan Portugis, kerabatnya mengatakan Tchikuteny, yang usianya baru menginjak 70-an, meninggal pada Selasa lalu karena kanker prostat.
Salah seorang putranya, Lumbaneny Sabalo, mengatakan ayahnya telah berobat hingga ke Luanda dan tempat lain lebih dari setahun yang lalu.

Akan tetapi kemudian memutuskan untuk pulang agar jika Tuhan memanggilnya, setidaknya dia meninggal di samping anak-anak dan ibu mereka, kata Lumbaneny.

Baca Juga : Menolak Pakai Masker, Satu Keluarga di AS Bunuh Satpam Toko

Poligami Dilarang tapi Punya 42 Istri

Semasa hidupnya, Tchikuteny memiliki 49 istri. Akan tetapi tujuh di antaranya telah diceraikannya sehingga jumlah istrinya tinggal 42 orang.

Ternyata praktik poligami dilarang di negaranya, Tchikuteny yang seorang non-Muslim tetap mengamalkannya.

Wanita pertama yang menjadi istri Tchikuteny, Eva Domingos Bartolomeu, mengatakan kepada VOA bahwa dia berharap keluarganya tetap bersatu, sesuai dengan keinginan mendiang suaminya.
Aku akan melakukan apa saja untuk memberi makan anak-anaknya dan tetap sehat, katanya.

Punya Perhatian Besar di Bidang Pendidikan

Ternyata keluarga besar Tchikuteny memiliki mata pencaharian utama sebagai petani dan peternak.
Di tahun 2015, Tchikuteny mengatakan kepada VOA bahwa ia punya perhatian besar pada pendidikan.

Dia menghabiskan lebih dari US$1.500 atau Rp23,3 juta per tahun untuk membeli perlengkapan sekolah.

Punya 156 Anak, 250 Cucu, dan 67 Cicit

Dia juga menyatakan keinginan untuk melihat beberapa anaknya punya karier di bidang sains dan teknologi.
Tiga anak perempuannya saat ini sedang mempelajari ilmu kedokteran. Sedangkan dua putranya belajar ilmu komputer.

Tchikuteny telah menjadi ayah dari 281 anak, tetapi 125 di antaranya meninggal dunia.
Pria tersebut telah meninggalkan 42 orang istri, 156 anak, 250 cucu, dan 67 cicit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *