Beberapa Jenis Alergi Dalam Hubungan Seks

Menambah Nafsu Seks

Alergi Setelah Bercinta – Diketahui berhubungan seks adalah salah satu kegiatan yang kerap dilakukan pasangan, selain karena menyenangkan berhubungan seks juga menambah kedekatan pasangan.

Ada pula hal-hal yang malah bisa membuat bercinta menjadi menyebalkan. Akan timbul gatal dan ruam akibat alergi terhadap hubungan suami istri. Kondisi ini biasanya lebih sering dialami wanita.

Ada beberapa penyebab terjadinya alergi terhadap hubungan suami istri. Melansir The Health Site, Jumat (6/12/2019), inilah penyebab dan cara mengatasi alergi bercinta :

Alergi cairan mani

Air mani yang keluar saat pria ejakulasi dapat membuat Miss V terasa gatal, sensasi terbakar, atau bahkan urtikaria, asma, serta anafilaksis. Salah satu kemungkinan terjadinya kondisi ini karena air mani mengandung protein yang sensitif bagi Miss V.

Dokter perlu melakukan diagnosis menggunakan sampel air mani dan kulit Miss V wanita. Cara mengatasi yang bisa dilakukan adalah menggunakan kondom atau bercinta secara teratur agar kulit terbiasa maupun pengobatan lain.

Alergi lateks

Lateks adalah sejenis karet yang digunakan pada kondom dan kadang mainan seksual. Tentunya Alergi dari bahan ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pada awalnya akan terjadi gatal, terbakar, dan ruam lokal yang terjadi beberapa menit setelah aktivitas seksual dilakukan.

Prosesnya dapat mencakup tes darah dan kulit untuk melihat reaksi antibodi IgE terhadap lateks. Untuk mengatasinya tentu saja menghindari benda-benda yang mengandung lateks.

Baca Juga : Tahukah Anda? Mengapa Seks Di Musim Hujan Terasa Lebih Menyenangkan

Sindrom Penyakit Pasca-Orgasme (POIS)

Sindrom penyakit pasca-orgasmik (POIS) atau sindrom penyakit pasca-ejakulasi adalah kondisi yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan reaksi alergi segera setelah ejakulasi. Beberapa protein dalam semen dapat menjadi pemicunya.

Gejalanya dari kondisi ini meliputi flu, lemah, demam, lelah, dan mudah marah. Gejala lain seperti gatal-gatal, bengkak, dada terasa sesak, mengi, pusing, diare, dan kehilangan kesadaran juga bisa terjadi. Untuk mengatasi ini tentunya diperlukan pengobatan medis lebih lanjut sehingga membutuhkan bantuan dokter.

Pelumas

Terkadan dalam bercinta pelumas digunakan sebagai alat bantu. Hanya saja pelumas mengandung sejumlah bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebut saja benzocaine, lidocaine, L-Arginine, nitrousamines, atau nonoxyl-9.

Reaksi alergi akan timbul apabila menggunakan pelumas yang di dalamnya terdapat kandungan gliserin karena dapat bereaksi dengan kadar gula darah dalam tubuh yang selanjutnya menyebabkan infeksi jamur. Untuk mengatasi kondisi ini adalah berhenti menggunakan pelumas.

Rinitis ganas

Gejala lain seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin. Pelebaran pembuluh darah di saluran hidung dapat memicu terjadinya ruam atau gatal itu biasa di sebut Rinitis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *