Tangkap Ikan Hiu Hingga 20 ekor per Hari, Nelayan di Lombok Timur Bikin Masyarakat Heboh

Tangkap Ikan Hiu Hingga 20 ekor per Hari, Nelayan di Lombok Timur Bikin Masyarakat Heboh

KABARTERHEBOH.COM  Tangkap Ikan Hiu Hingga 20 ekor per Hari, Nelayan di Lombok Timur Bikin Masyarakat Heboh. Kini telah beredar sebuah foto di mana para nelayan yang berada di Pantai Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Mereka sudah menangkap puluhan ekor ikan hiu. Ikan hiu tersebut untuk di perjualbelikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Pasar Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur.

Camat Keruak bernama Ahmad Subhan, telah membenarkan bahwa memenag betul adanya pasar hiu seperti yang terlihat pada foto yang kini beredar tersebut. Subhan juga mengatakan bahwa semua hiu yang di perjualbelikan tersebut merupakan ikan hiu yang memang tidak di lindungi.

Daftar Slot Online

“Memang benar, soalnya di sana terdapat banyak nelayan yang penangkap ikan hiu. Tapi perlu di garis bawahi bahwa hiu yang di tangkap merupakan hiu yang tidak di lindungi,” kata Subhan pada Kamis sore (20/4/2023).

Para nelayan penangkap ikan hiu di Lombok Timur tersebut kebanyakan merupakan nelayan yang berasal dari Desa di Pulau Maringkik. “Mereka semua itu di kenal dengan sebutan pemancing ikan hiu,” katanya.

Subhan selalu memastikan bahwa dalam beberapa bulan belakangan ini memang tidak ada kesalahan dalam menangkap ikan hiu. Sampai saat ini belum ada informasi jika ikan hiu yang di lindungi tertangkap dan di bawa ke pasar ikan di Tanjung Luar.

“Di lokasi juga selalu ada LSM yang bertugas sebagai pengawas ikan hiu yang memang di lindungi. Untuk ikan hiu yang berukuran besar memang sudah biasa di tangkap, karena memang itulah jenis ikan hiu yang tidak di larang,” katanya.

Subhan juga mengatakan bahwa semua hasil tangkapan ikan hiu tersebut akan di jual ke lokasi di berbagai penjuru daerah.

“Satu kapal nelayan kurang lebih bisa mendapat hasil tangkapan ikan hiu mencapai 20 ekor, bahkan bisa lebih,” katanya.

Beberapa nelayan di Desa Pulau Maringkik biasanya pergi memancing atau fishing ground sampai menuju ke perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mereka biasanya melaut dalam lima sampai tujuh hari. Kapan-kapan kita pergi ke sana sekalian berkunjung ke Pantai Pink dan Desa Pulau Maringkik. Kita bisa melihat banyak hasil tangkapan ikan hiu di sana,” pungkas Subhan.

Baca juga : Ngerasa Ngga Betah Tinggal Bareng di Kediaman Mertua? Begini Solusi Cerdas Menurut Psikolog

Kepala BKSDA NTB bernama Budhy Kurniawan juga mengatakan bahwa ikan hiu yang di tangkap itu persis dengan ikan hiu yang viral. Yaitu ikan hiu yang di gotong oleh banyak masyarakat setempat beberapa hari kemarin.

“Ya memang benar, itu merupakan jenis tiger shark (galeocerdo cuvier) dan riger shark (galeocerdo cuvier). Jenis inilah yang memang tidak di lindungi dan boleh untuk di tangkap,” katanya.

Terakhir, Budhy mengungkapkan bahwa di daerah sekitar Tanjung Luar Keruak, pasti masih sangat mungkin terdapat populasi ikan hiu dengan jenis tersebut yang berlimpah.

https://118.107.238.76/promotions.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *