Wow! Pengakuan Barbie Kumalasari yang Sanggup Bercinta 8 kali Sehari

Pengakuan Barbie Kumalasari

Pengakuan Barbie Kumalasari – Barbie Kumalasari kembali membuat geger publik.
Pernyataannya belum lama ini terkait dengan aktivitas ranjang bikin semua orang terkejut.
Pada awak media, perempuan yang dilaporkan bersiteru dengan Nikita Mirzani itu mengaku sanggup bercinta 8 kali per hari!

Pengakuan Barbie Kumalasari tentu sangat luar biasa. Sebab, normalnya seks 3 kali dalam sehari saja butuh kesehatan dan kebugaran fisik yang prima.
Tidak hanya itu, waktu yang diperlukan pun pastinya sangat panjang dan butuh kesiapan diri yang matang melakukan seks sebanyak itu.
Bahkan, sejumlah orang mengatakan dengan jumlah segitu, sudah bisa disebut dengan hyperseks!

Tapi, apa makna dari hyperseks itu sendiri? Dan bagaimana pengaruhnya ke si pelaku?

Pengakuan Barbie Kumalasari

Dilansir KabarTerheboh, tanda-tanda hiperseksualitas dapat mencakup masturbasi berlebihan.
Hal itu terobsesi pada seks sampai-sampai mengganggu kehidupan, menghabiskan banyak waktu merencanakan aktivitas seksual, mempunyai banyak urusan, dan sering menonton pornografi.

Baca Juga : Baru Nikah, Pengantin Wanita Meninggal di Kamar Mandi

Namun, Dr Anand Patel, seorang dokter spesialis seksual, menjelaskan ada perdebatan di antara dokter tentang apakah gangguan hiperseksual merupakan kondisi klinis yang sebenarnya atau tidak.

Dia menjelaskan, penelitian memperlihatkan antara 3 sampai 6 persen perempuan hiperseksual dengan laki-laki lebih mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
Tetapi bagaimana Anda membedakan antara seseorang yang menikmati banyak seks dan seseorang yang menderita kecanduan seks? Bagaimana dengan Barbie Kumalasari?

Dr Patel menjelaskan, ketika hyperseks itu disebut gangguan ketika mengganggu kehidupan pribadi dan pekerjaan Anda.
Jika hal itu bertahan lebih dari enam bulan, bisa menyebabkan tekanan yang signifikan.

Jadi tidak perlu bingung dengan mempunyai selera seksual yang tinggi.
Aktivitas seksual atau tidur dengan banyak orang dan ini tidak mempunyai dampak buruk pada kehidupan mereka,” katanya.

Pengakuan Barbie Kumalasari

Gangguan hiperseksualitas bisa dibagi menjadi tiga elemen klinis: fantasi seksual berulang, dorongan seksual berulang, dan perilaku seksual berulang.

Meskipun sebagian besar orang mengatakan kepuasan dari perilaku seksual, rasa bersalah atau penyesalan sering mengikuti perilaku ini.
Biasanya pasien berasal dari riwayat kecanduan keluarga, dari bahan kimia sampai seksual atau perjudian,” tambah dia.

Siapa pun yang percaya bahwa mereka mungkin menderita kelainan hiperseksualitas harus berbicara dengan dokter.
Mereka harus mencari terapi, kelompok pendukung atau obat-obatan untuk membantu mereka mengatasinya.

Dr Patel melanjutkan, kondisi neurologis tertentu dan obat-obatan bisa menyebabkan jenis perilaku bermasalah ini sehingga perlu disingkirkan.
Kalau tidak, perawatan memerlukan terapi psikologis atau psikoseksual khusus untuk mengobati perilaku kompulsif,” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *