Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara Bunuh 10 Orang

Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara Bunuh 10 Orang

Berita Heboh Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara Bunuh 10 Orang yang di gemparkan dengan penemuan 10 jenazah, telah terkubur lama dalam satu lubang yang sama di sebuah tempat kebun yang bertempat di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.

Para korban tersebut merupakan hasil dari pembunuhan berantai yang dilakukan oleh tersangka dukun palsu pengganda uang bernama Mbah Slamet alias Slamet Tohari (45).

Daftar Slot Online

tampat penggalian berada di lereng bukit yang sudah di tanami singkong dan pohon puspa. sudah ada tiga titik tempat yang digali oleh para petugas kepolisian sesuai dengan arahan dari tersangka sendiri yakni Slamet Tohari.

Motif dari pembunuhan tersebut di lakukan karena pelaku sudah menjalankan praktik menjadi dukun penipuan dan pencucian uang selama 5 tahun, Mbah Slamet berpura pura sebagai dukun sakti yang bisa melipatgandakan uang milik para korban hingga milyaran rupiah.

Untuk kasus penipuan ini, Slamet mengaku sudah mendapatkan sebesar Rp 70 juta untuk dilipatgandakan, akan tetap karena Slamet tak kunjung dapat mengembalikan uang yang telah diberikan para kobran otomatis para korban datang untuk minta uang miliknya di kembalikan.

Kejadian tragis inilah terjadi berawal dari penemuan mayat PO (53) pria asal Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan salah satu korban pembunuhan Mbah Slamet.

Sebelum meninggal dibunuh Mbah Slamet. Korban berinisial PO (45) sempat mengirim pesan whatsapp (WA) kepada anaknya yang di rumah.

Dalam isi pesan tersebut korban menyampaikan dan mengatakan jika sedang berada di rumah tersangka. Anehnya sang ayah meminta agar anaknya untuk melaporkan dan mencari bersama aparat kepolisian jika dirinya sudah tidak bisa lagi dihubungi.

Ini saya berada di rumah Mbah Slamet, buat jaga-jaga kalau umur ayah tak lama lagi, misal ayah tidak ada kabar atau tidak bisa di hubungi sampai Minggu langsung hubungi ke aparat kepolisian,” kata PO dalam kiriman pesan singkatnya kepada SL anak kandungnya. Selain itu korban juga mengirimkan tempat lokasinya (sherlock) melalui pesan WhatsApp tersebut.

Isi pesan tersebut lah yang membuat SL ketakutan karena ayahnya sedang dalam kondisi yang berbahaya, benar saja bahwa korban tidak ada kabar tak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi kembali.

Berbekal bukti dari isi pesan yang disampaikan korban ke anaknya, GE anak korban beserta keluarga di rumah segera melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian atas kasus orang hilang dan penculikan yang dilakukan oleh Mbah Slamet.

Dari hasil pengintaian selama kurang lebih 5 hari, petugas kepolisian berhasil menangkap Slamet Tohari.

Dari pengakuan si pelaku, Satuan Reskrim Polres Banjarnegara berhasil menemukan jenazah korban PO pada hari Sabtu 01-04-2023 di sebuah jalan setapak, salah satu tempat kebun milik tersangka, jenazah korban segera dievakuasi dan dilakukan otopsi.

Baca Juga : Pembunuhan Waria Yang Dicabut Jantungnya

Tersangka mengaku telah menghabisi korban dengan cara meracuninya, tersangka dibantu bersama tangan kanannya berinisial BS yang kemudian mengubur korban di lokasi kejadian.

Pelaku kesal kepada korban kemudian memberikan minuman yang sudah di campur potas kemudian korban meninggal dan menguburnya di jalan setapak menuju hutan Wanayasa. Motifnya tersangka kesal berulang kali ditagih oleh korban. Selain itu juga Slamet takut akan dilaporkan hingga korban akhirnya diracun,” terangnya, dikutip dari Tribun Jateng.

Pada akhirnya, hingga pukul 15.00 WIB, pada saat menggali polisi berhasil menemukan kembali 10 mayat lainnya dengan kondisi sudah menjadi tulang belulang di lubang yang sama, sehingga, kasus pembunuhan berantai ini menjadi sebuah perhatian kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.

https://118.107.238.76/promotions.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *